“Pikiran yang membelenggu”
Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidakmauan menerima hidup apa adanya
Kita yak mampu berkompromi pada kenyataan
Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma
dan
Melihat realitas secara sederhana
Kita lebih suka bermain-main dengan persepsi
Kita lebih senang berlndung
Membenarkan pikiran diri sendiri
Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari
Mari sejenak kita pejamkan mata
Menemukan kesejukan pikiran
Menggali ketentraman perasaan
Menyentuh jiwa yang tenang
Menekuri setiap tarikan nafas
Menyadari keberadaan kita di bumi ini
Meneguhkan kembali ikrar pada semesta yang agung
Ikrar untuk mencurahkan yang terbaik bagi hidup ini,
dan membiarkan tangan-tanganNya menuntun
Setiap gerak kita sehari-hari, (Wahyu Sapto)